Minggu, 08 September 2019

5 Jenis Cacing Laut Yang Unik


5 Jenis Cacing - secara sederhana dinyatakan, cacing laut adalah cacing yang hidup di laut, dan ada banyak sekali spesies mereka. Mereka datang dalam berbagai ukuran, bentuk, dan warna. Beberapa cacing tidak bergerak, sementara yang lain bergerak. Beberapa cacing bersifat parasit, beberapa bersifat predator, dan yang lainnya pemakan tumbuhan. Banyak cacing juga memiliki kemampuan regenerasi jika bagian tubuh mereka hilang, dan beberapa mampu hidup di lingkungan yang paling keras. Namun, mereka semua memiliki kesamaan: mereka adalah bagian integral dari ekosistem lautan. Berikut adalah deskripsi singkat dari hanya lima jenis cacing laut yang keren.





Cacing stasioner kecil ini terlihat sangat mirip anemon, dan menjadikannya rumah di gundukan karang. Berwarna indah dan memiliki bentuk kerucut, diaduk yang berasal dari mahkota yang terdiri dari tentakel berbulu yang menonjol dari tubuh seperti tabung. Ia memakan partikel-partikel materi nabati dan plankton yang lewat, yang ditransfer dari kolom air ke mulut melalui pelengkap pada mahkotanya. Pelengkap ini, yang disebut radiole, juga memfasilitasi pernapasan, seperti insang pada ikan.



Cacing pipih yang tersegmentasi ini adalah sejenis bristleworm, yang diidentifikasi oleh bulu berlubang yang dipenuhi oleh racun yang mengalir di kedua sisinya. Cacing predator ini berwarna luar biasa, dengan bulu panjang yang hilang saat cacing terganggu. Ketika ditangani, bulu-bulu ini menimbulkan sensasi terbakar yang mengerikan, memberikan nama yang sangat harfiah pada fireworm.



Cacing pemakan partikel organik ini mampu menarik bekantannya ke dalam tubuhnya, seperti jari dari sarung tangan. Bentuk yang dihasilkan ketika ditarik adalah bagaimana cacing kacang mendapatkan namanya. Bagian mulut ditutupi oleh tentakel, yang digunakannya untuk mengumpulkan makanannya.



Cacing panjang yang tidak menarik ini adalah bagian dari spesies cacing pita dan dapat mencapai panjang sekitar 197 kaki. Namun, diameternya cukup ramping. Cacing ini berwarna coklat tua dan memakan cacing lain, yang menarik bagian dalam tubuhnya dengan belalainya. Menyentuh cacing ini tidak disarankan, karena lendirnya mengandung neurotoxin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap predator.



Cacing ini dinamai tentakel di mulutnya, yang bisa enam kali panjang tubuhnya. Ia menggunakan tentakel ini untuk mengambil partikel makanan yang lewat. Jika salah satu dari tentakel ini digigit atau ditarik, itu akan tumbuh kembali. Meskipun ada beberapa variasi warna, cacing ini biasanya berwarna halus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar